28
Des
08

Tradisi Perayaan Natal di beberapa Negara

Saya memang seorang muslim, namun banyak teman atau saudara yang merayakan natal. Segenap Crew #OBLO juga mengucapkan:

“Selamat merayakan Hari Natal 2008, Semoga Tuhan Memberkati Semuanya. Shinnen omedeto, Kurisumasu Omedeto.” Admin

Ya walau postingan ini terlambat keluar, dikarenakan tidak ada ide untuk mengisi postingan selain ucapan selamat Natal. Disini kita akan berkeliling dunia untuk mengenal tradisi Natal mereka. Keluarga Kristen di berbagai belahan bumi secara serentak merayakan Natal di bulan Desember ini, namun masing-masing memiliki cara dan tradisi yang unik sesuai dengan budaya dimana mereka tinggal.

Natal di Spanyol
Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento ( kata”palungan” dlm bahasa Spanyol ) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yg dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan.

Natal di Meksiko
Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada ( baca:pesta ) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah, sehingga seluruh peserta akan dihujani dgn berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.

Natal di Austria
Liburan dimulai tanggal 6 Desember dimana anak-anak berkumpul untuk menunggu kedatangan St. Nicholas ( Santa Claus ) beserta asistennya yang bernama Krampus/Piet Hitam. Pada malam Natal, ikan merupakan menu utama makan malam keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan acara pembagian hadiah dimana seluruh anggota keluarga mengitari pohon Natal yang telah dihiasi dengan lampu dan manisan buah plum.

Natal di Jerman
Pohon Natal merupakan hal yang mutlak ada di rumah keluarga Kristen di Jerman. Menjelang malam Natal para orangtua akan mempersiapkan dan menghiasi pohon Natal dengan apel, permen, kacang, kue, mobil-mobilan, kereta api mainan, malaikat, emas-emasan, apa yang merupakan kesenangan seluruh keluarga dan lilin. Hadiah-hadiah pun ditempatkan di bawah pohon Natal. Ketika semua sudah siap, bel dibunyikan sebagai tanda bagi anak-anak untuk memasuki “Ruangan Natal”. Anak-anak menyanyikan pujian,mendengarkan cerita Natal dan membuka hadiah mereka yang terdapat di bawah pohon Natal.

Natal di Perancis
Pada malam Natal, anak-anak Perancis biasa meletakkan sepatu mereka di depan perapian sambil berharap Santa Claus ( Pere Noel ) akan memenuhi sepatu mereka dengan berbagai hadiah. Jamuan tengah malam di malam Natal adalah daging yang disebut “le reveillon”. Reveillon berarti bangun, atau panggilan untuk hari pertama. Jadi reveillon adalah simbol kebangkitan spiritual dari arti kelahiran Yesus. Daging tersebut bisa terdiri dari tiram, sosis, arak, ham bakar, unggas panggang, salad, buah-buahan dan kue tart. Di Perancis Selatan ada satu tradisi yang unik. Pie/Kue Daging Natal ( pain calendeau ) dipotong secara bersilang dan dimakan hanya setelah bagian yang pertama diberikan kepada orang yang miskin.

Natal di Filipina
Orang Filipina sangat menyukai Natal, lagu-lagu Natal sudah mengudara di berbagai stasiun radio bahkan sejak bulan september. Pada tanggal 16-24Des pagi diadakan misa khusus yang disebut “Misa de Gallo”, dan seusai misa biasanya disediakan berbagai sajian makanan khas daerah yang terbuat dari beras. Pada malam Natal, seusai mengikuti misa tengah malam para keluarga Filipina berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. Menunya pun cukup mengundang selera, yaitu babi panggang utuh, daging asap, aneka keju serta masakan lainnya. Ini adalah saat dimana keluarga berkumpul untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi setiap orang. Lalu hadiah Natal pun dibuka dengan gembira.

Natal di Korea
Anak-anak di Korea mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan Natal, yaitu dengan saling memberi kartu Natal. Tidak peduli berapa banyak teman sekolah atau teman bermain, mereka akan mengirim dan membalas semua kartu yang mereka terima, meski dengan demikian anak-anak di Korea harus melewatkan jam tidur malamnya hanya untuk membalas kartu-kartu Natal tersebut. Uniknya, setiap kartu memiliki isi yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana mereka mengekspresikan perasaan mereka pada setiap orang yang mereka kenal.

Natal di Australia
Tidak seperti suasana Natal yang seringkali digambarkan jatuh pada musim dingin, Natal di Australia justru jatuh pada musim panas. Karena itu, banyak aktivitas bernuansa Natal yang mereka lakukan di kolam renang, pantai, atau pusat perbelanjaan. Permainan kriket yang dimulai sehari sesudah Natal dan perlombaan perahu dayung ( yacht ) dari Sydney ke Hobart di Pelabuhan Sydney adalah dua acara olah raga penting yang diadakan tiap Natal. Namun seperti layaknya tradisi Natal di berbagai negara lain, keluarga Kristen di Australia biasanya juga meluangkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama di malam Natal.

Natal di China
Anak-anak Kristen di Cina menghias rumah dan pohon Natal mereka dengan lentera dan bunga-bunga dari kertas. Lentera itu mengingatkan mereka akan Yesus, Sang Terang dunia.

Natal di Irlandia
Pada malam Natal di Irlandia, anak terkecil dalam sebuah keluarga menyalakan lilin dan meletakkannya pada jendela terbesar. Lilin itu akan dibiarkan menyala sepanjang malam untuk menerangi jalan bagi orang yang mencari tempat berteduh, seperti Maria dan Yusuf pada Natal pertama.

Natal di Swedia
Hari raya Santa Lusia tanggal 13 Des adalah perayaan pertama Natal di Swedia. Nama Santa Lusia dipakai untuk mengingat seorang gadis kecil bernama Lusia yang membawakan makanan bagi orang-orang Kristen yang bersembunyi ratusan tahun yang lampau. Anak tertua dalam sebuah keluarga mengenakan lilin di atas kepalanya dan membawa roti untuk sarapan bagi keluarga mereka di tempat tidur.

Natal di Venezuela
Di Venezuela anak-anak mendapat hadiah Natalnya pada tanggal 6 Januari, yaitu pada perayaan hari tiga orang Majus. Sebelum tidur, anak-anak menaruh jerami bagi unta-unta orang Majus, dan pada pagi harinya mereka akan menemukan hadiah dari orang Majus.

Natal di Greenland
Keluarga di Greenland harus mengimpor pohon Natal dari luar negeri, karena di negara mereka pohon itu tidak tumbuh.

Natal di Inggris
Puding, plum dan pie adalah makanan khas yang disajikan pada waktu Natal di Inggris. Kartu Natal pertama kali juga diciptakan di negara ini.

Natal di Polandia
Di Polandia setiap malam Natal selalu disediakan sebuah kursi di meja makan untuk bayi Yesus.

Natal di Liberia
Kebanyakan penduduk di Liberia tidak merayakan Natal, tetapi mereka menghias rumah mereka dengan sebatang pohon palem yang dihiasi lonceng merah dan menyanyikan lagu Natal.

Natal di Irak
Di malam Natal seluruh keluarga akan berkumpul untuk mendengarkan kisah Natal. Seorang anak akan membacakan kisah Natal dari Alkitab sementara anggota keluarga yang lain memegang lilin-lilin.

Sumber: Deoce


0 Responses to “Tradisi Perayaan Natal di beberapa Negara”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: