28
Des
08

Anal, Doggie Style, dan Oral dalam Islam

Mungkin judul dari artikel ini agak tabu dan berkesan aneh, namun setelah saya baca artikel dari sumbernya saya jadi mengerti dan mendapat pelajaran yang sangat berharga. Ilmu islam sendiri mencakup segala aspek kehidupan, ada halal ada haram dan semua terangkum menjadi satu.

“Tanpa sex, maka kita tidak akan pernah lahir, karena Nabi Adam dan ibu Hawa cuma diem2an belaka setelah diusir dari surga” ( tausyiah275 )

Disini sex di masukan dalam fiqh, karena sex dapat di golongkan dalam lingkup hubungan suami istri.

Sebagai pembuka kita artikan dulu oral dan anal sex. Yang dimaksud dengan oral sex adalah melakukan hubungan sex dengan mulut/tangan sebagai sarana pemuas. Sedangkan anal sex adalah melakukan hubungan sex dengan dubur (anal) sebagai sarana pemuas.

Referensi:

Ayat pertama yang dapat di gunakan sebagai pegangan dalam hubungan suami istri:
“Isteri-isteri kamu bagaikan ladang buat kamu, oleh karena itu datangilah ladangmu itu sesukamu, dan sediakanlah untuk diri-diri kamu, dan takutlah kepada Allah, dan ketahuilah sesungguhnya kamu akan bertemu Allah, dan gembirakanlah (Muhammad) orang-orang mu’min.” (al-Baqarah: 223)

Ayat di atas memberikan makna bahwa bagi seorang suami, istrinya merupakan tempat yg sah bagi dia untuk berhubungan badan dan menebarkan benih (baca:sperma), tidak saja untuk mendapatkan keturunan namun juga untuk memperoleh kesenangan/kenikmatan berdua (tidak sepihak). Jika kita sedikit teliti lebih dalam, ladang = tempat menebar benih dan menuai hasil, yg menurut tafsiran, ladang = vagina dan bukanlah pantat. Karena kita sendiri tahu bahwa wanita melahirkan bayi melalui vaginanya, bukan melalui pantatnya. Pantat = mengeluarkan kotoran tubuh, sebagai sisa hasil proses pengolahan makanan oleh tubuh.

Anal Sex

Tidak dapat di pungkiri, Rasululloh SAW juga melakukan hubungan sex. Fatimah dan Ibrahim adalah sebagian anak2 Rasululloh SAW, yg tentu saja muncul dikarenakan beliau (Rasululloh) berhubungan dengan istri2 beliau. Selain itu dalam kaitan dengan hubungan sex, Rasululloh SAW sudah mengeluarkan larangan mengenai HARAMNYA ANAL SEX. Beliau bersabda:

“Jangan Kamu setubuhi isterimu di duburnya.” (Riwayat Ahmad, Tarmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dan tentang masalah menyetubuhi istri di duburnya ini/anal sex, beliau mengatakan juga:

“Bahwa dia itu termasuk liwath yang kecil.” (Riwayat Ahmad dan Nasa’i)

Dari beberapa referensi ini dapat saya tekankan bahwa anal sex itu haram:

  • Dubur adalah tempat yg membahayakan dan kotor. Bisa dibayangkan, anda berhubungan sex di tempat yg paling kotor, paling banyak kuman, bakteri, dan tidak higienis. Beberapa bibit penyakit menular sexual bersarang di dubur, sebagai contoh bibit penyakit gonore dan klamidia.
  • Anal sex, dikenal juga sebagai liwath, merupakan perilaku kaum homoseksual. Yaitu kaumnya Nabi Luth, yg diazab dan dimusnahkan oleh Allah SWT karena perilakunya yg menyimpang tersebut. Dengan kata lain, jika kita melakukan anal sex sesungguhnya secara perlahan kita telah MENYERUPAI sebagai seorang homoseksual.

Bagaimana jika berhubungan sex doggie style ( dari belakang )?

Disini kita bahas beberapa kutipkan pertanyaan sahabat kepada Rasululloh SAW:
Ada seorang perempuan Anshar bertanya kepada Nabi tentang menyetubuhi perempuan di farjinya tetapi lewat belakang, maka Nabi membacakan ayat:

“Isteri-isterimu adalah ladang buat kamu, karena itu datangilah ladangmu itu sesukamu.” (al-Baqarah: 223) — (Riwayat Ahmad)

Umar pernah juga bertanya kepada Nabi:

“Ya Rasulullah! Celaka aku. Nabi bertanya: apa yang mencelakakan kamu? Ia menjawab: tadi malam saya memutar kakiku –satu sindiran tentang bersetubuh dari belakang– maka Nabi tidak menjawab, hingga turun ayat (al-Baqarah: 223) lantas beliau berkata kepada Umar: boleh kamu bersetubuh dari depan dan boleh juga dari belakang, tetapi hindari di waktu haidh dan dubur.” (Riwayat Ahmad dan Tarmizi)

Dari 2 kisah singkat di atas, maka doggie style DIPERBOLEHKAN dalam berhubungan sex di Islam.

Bagaimana dengan Oral Sex?

Sesuai dengan hadits terakhir di atas, yg “dilarang“, Islam dalam berhubungan sex dengan istrinya adalah: lewat dubur dan di saat istri sedang haid. Dengan kata lain, Islam MEMBOLEHKAN oral sex. Ada beberapa referensi disini, di antaranya dari Yusuf Qardhawi bahwa beliau pernah ditanya mengenai sex oleh muslim Barat. Kesimpulan yg beliau dapatkan bahwa muslim Barat cenderung lebih “berani” utk bertanya mengenai sex dan oral sex menjadi salah satu topik yg ditanyakan kepada beliau. Yusuf Qardhawi, dengan berpedoman kepada Qur’an dan Sunnah Rasul, mengeluarkan pernyataan (fatwa) bahwa oral sex hukumnya BOLEH, karena salah satu cara untuk mencapai puncak kenikmatan sex bisa dicapai melalui oral sex. Akan tetapi beliau juga mengingatkan bahwa untuk oral sex ini harus diperhatikan bahwa alat kelamin tersebut TIDAK BOLEH DIPERLIHATKAN KEPADA ORANG LAIN, KECUALI ISTRI DAN HAMBA SAHAYANYA. (tidak ada kejelasan menditail dari fatwa ini, merupakan hadist rosul atau hanya sekedar pernyataan saja).

Ulama-ulama juga sepakat bahwa oral sex diperbolehkan. Adapun MENELAN SPERMA SUAMI adalah hal MAKRUH, dg kata lain perbuatan tersebut BUKAN HARAM. Di Indonesia, ada ulama yg menyarankan untuk TIDAK melakukan oral sex. Alasan yg dikemukakan adalah mulut adalah tempat/alat utk makan, bukan alat sex/reproduksi, sehingga menggunakan mulut sebagai alat reproduksi adalah menyalahi aturan Allah SWT. Selain itu oral sex juga seperti perilaku binatang, dan Rasululloh SAW juga mengatakan untuk tidak meniru perilaku binatang.

Kesimpulan yang dapat kita ambil disini:

  1. Anal sex itu diharamkan, karena perbuatan tersebut merupakan perbuatan kaum homoseksual, kaum yg dilaknat dan dimusnahkan Allah SWT.
  2. Doggie style, berhubungan sex melalui belakang istri, DIPERBOLEHKAN, selama “tujuan akhirnya” adalah vagina, bukan dubur.
  3. Oral sex menurut ulama-ulama sepakat untuk MEMPERBOLEHKAN, bahkan menelan sperma pun tidak dilarang. Namun ada ulama yg tidak sependapat, karena oral sex telah menyalahi penggunaan anggota tubuh.

“Sesungguhnya kebenaran artikel ini berasal dari ALLOH SWT, jika ada kesalahan itu datangnya dari saya dan sumbernya” (rewriter)

Sumber: Taushyiah275


0 Responses to “Anal, Doggie Style, dan Oral dalam Islam”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: