07
Des
08

PSK – di butuhkan dan di maki

Fenomena PSK ( Pekerja Seks Komersial ) yang ada di Indonesia ini semakin tidak bisa di pikir dengan akal sehat, ada yang pro dan ada pula yang meneriakkan anti terhadap mereka. Dilihat dari segi moral dan naluri, seorang PSK juga manusia yang butuh makan dan sesuatu untuk bertahan hidup. Maka tidak ada salahnya jika mereka bekerja menggunakan tubuh mereka sebagai modal, karena memang hanya itu yang mereka punya. Namun “jual diri” merupakan salah satu titik keputusasaan dimana sudah tidak ada lagi cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi hal itu juga berubah menjadi ketergantungan dimana dengan mudahnya mereka mendapatkan rupiah demi rupiah hanya dengan memuaskan nafsu para hidung belang dan toh mereka juga merasakan kepuasan juga.

Semakin banyaknya PSK membuat keresahan warga akan bahaya-bahaya yang bisa timbul dari bisnis yang katanya “haram” ini. Dari bahaya karena penyakit menular, sampai terjadinya percekcokan dalam rumah tangga. Pemerintah juga tidak tinggal diam dalam membantu menangani masalah ini, salah satu contohnya adalah dengan adanya lokalisasi. Dengan adanya lokali sasi para penjajah tubuh ini bisa terkoordinasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan masyarakat banyak. Dewasa ini sering terdengar kelompok-kelompok yang mengatasnamakan “AGAMA” untuk memerangi prostitusi ini, namun apa mereka sadar bahwa usaha ini sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. dan apa yang mereka lakukan untuk melawan prostitusi justru membawa dampak buruk jika lokalisasi yang sudah di tetapkan di rusak atau bahkan di bakar. “mereka” yang sebelumnya terorganisasi menjadi liar dan tidak terkontrol, sehingga akan menjadikan keadaan yang tidak kondusif.

Operasi yang di adakan pihak berwenang menangkap PSK yang berkeliaran dijalan

Beberapa pihak yang perduli akan nasib mereka berusaha untuk mengadakan sosialisasi tentang apa yang terjadi, akibat, dan pencegahan. Penyuluhan demi penyuluhan diadakan di beberapa Lokalisasi untuk mencegah bahaya kelanjutan dari penyebaran penyakit kelamin yang di takutkan masyarakat. Didunia ini tidak ada yang sempurna, semua ada kelebihan dan kekurangan. Tidak sedikit dari para “Pekerja Seks” itu yang baik dan berusaha hidup normal seperti kebanyakan orang, tapi karena memang tuntutan keadaan yang memaksa mereka untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Jika kita melihat lebih dalam tentang kehidupan para Pejabat negeri ini, mungkin kita akan menemukan background negatif dimana mereka menggunakan uang dari rakyat untuk “jajan”. Sungguh memprihatinkan memang kondisi negara ini, namun mereka juga manusia yang juga punya hawa nafsu dan ingin menggapai kenikmatan.

Mereka juga bagian dari kita, jangan kucilkan mereka.


4 Responses to “PSK – di butuhkan dan di maki”


  1. 1 rhe
    Desember 11, 2008 pukul 3:15 am

    kok sing wedok?
    sing gaban pls :)) =))

  2. 2 Denny
    Desember 11, 2008 pukul 3:21 am

    Lha selerane sampeyan gaban le…

    hahahahaha..

    nek webpe molly gay kae..

  3. 3 MAdam
    Desember 11, 2008 pukul 3:55 am

    Gaban golek nang Taman KB po Ti nu mas ehhehehhehe kwi daerah ndi kwi? wah ak nek makaryo kudu ati2 kie kekkekekekek

  4. 4 Denny
    Desember 11, 2008 pukul 4:23 am

    wakakakaka.. dasar madam edan..

    makaryo ok ya.. la po madam sex..

    dilarang menyebut kesatuan ko nek kawi nesu..

    husahsauhsauhsauhsa..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: