06
Des
08

Soto Bangkong

Setelah beberapa saat lalu saya membahas soto Kudus, kini kita akan membahas Soto yang cukup terkenal di kota Semarang. Mendengar namanya banyak orang mengira soto ini terbuat dari daging kodok. “Bangkong memang artinya kodok,” ujar H. Soleh Sukarno, pemilik Warung Soto Bangkong yang terletak tepat di samping Kantor Pos Bangkong, jl. MT Haryono. Konon nama ini muncul karena kawasan tersebut tadinya berupa sawah luas dan banyak kodoknya.

Sudah sejak tahun 1950 ia berjualan soto bangkong. “Tetapi dulu namanya belum soto bangkong,” ujarnya. Nama Soto Bangkong mulai digunakan tahun 1960. “Soalnya orang yang mau membeli soto saya selalu menyebut soto bangkong, jadi, ya, saya gunakan saja,” jelas pria yang tampak segar di usia 80 tahun ini.


Soto bangkong dihidangkan dalam mangkok berisi nasi, bihun, taoge, irisan telor rebus, bawang daun, dan daging ayam. Tentu dilengkapi kuah soto yang gurih. Sebagai temannya, Anda bisa menambahkan sate ayam, sate kerang, sate telur puyuh, tahu, tempe, serta perkedel kentang. Harganya cuma Rp. 2.500 semangkok.

Sehari pria asli Semarang ini membutuhkan 50 ekor ayam kampung. Ayam ini langsung dimasak oleh sang istri, Hj. Musinah (70). Soleh sendiri sehari-hari masih melayani pembeli. “Karena kata para pembeli, racikan saya lebih sedap,” kata Soleh bangga.

Biasanya ia dan istrinya meracik soto seusai salat subuh. Waktu mereka buka sejak pukul 07.00 hingga pukul 13.00. “Setelah itu kami istirahat dan baru buka kembali pukul 15.00 hingga pukul 22.00,” jelas Soleh.

Usaha soto bangkong ini kini menyebar di berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung. “Anak sayalah yang mengembangkannya”.

Kebetulan saya menemukan resepnya dari Soto Bangkong Primarasa

Bahan :

* 400 g (1/2 ekor) ayam kampung
* 1.750 ml air untuk merebus
* 2 cm lengkuas, memarkan
* 2 cm jahe, memarkan
* 2 batang serai, memarkan
* 2 lembar daun salam
* 2 sdm minyak untuk menumis
* 1-2 sdm kecap manis
* 50 g suun kering, seduh hingga lunak, tiriskan
* 4 sdm taoge pendek, seduh hingga layu, tiriskan
* 2 batang daun bawang, iris tipis
* 2 batang seledri, iris tipis
* 4 sdm bawang merah goreng
* 2 sdm bawang putih goreng

Bumbu Halus :

* 16 butir bawang merah
* 4 siung bawang putih
* 4 cm kunyit
* 1-2 sdt merica, sesuai selera
* 3 sdt ketumbar
* 2 sdt garam

Cara Membuat :

* Rebus ayam bersama lengkuas, jahe, serai dan daun salam hingga mendidih. Kecilkan apinya, tutup panci dan rebus terus hingga ayam lunak dan kuahnya agak berminyak. Angkat ayamnya dan tiriskan. Suwir-suwir dagingnya.
* Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum. Angkat dan masukkan tumisan bumbu kedalam kaldu. Tambahkan kecap manis dan air jeruk nipis. Jerang kembali di atas api. Tambahkan air panas hingga kaldunya menjadi 1200 ml.
* Penyajian : siapkan mangkuk saji, masukkan suwiran ayam, suun dan tauge. Siram dengan kaldu panas, taburi dengan irisan daun bawang, seledri, bawang merah dan bawang putih goreng. Sajikan panas bersama sambal cabai rawit dan pelengkapnya.
* Catatan : di Warung Soto Bangkong yang asli, pelengkapnya adalah sate kerang, sate ayam + jeroannya, sate telur puyuh, tempe goreng tepung, perkedel dan kerupuk.

Sumber:
Bunda Adit
Sedap Sekejap


0 Responses to “Soto Bangkong”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: