28
Nov
08

Sabar dan Ikhlas

Sudahkah anda termasuk orang yang sabar dan ikhlas?

Mungkin itu pertanyaan yang sukar untuk di jawab, karena anda dan saya sendiri mungkin belum bisa mengerti sabar dan ikhlas secara menyeluruh. “Saya orang yang sabar” mungkin untuk hal-hal tertentu anda bisa bersabar, tapi terkadang emosi membuat kita terlupa akan inti dari kata sabar. Luapan emosi yang terlalu menggebu-gebu, baik itu positif maupun negatif secara tidak sadar membawa kita menjauh dari kata “sabar”. Mungkin manusia memang di ciptakan terlepas dari kata sabar itu sendiri, dorongan nafsu dan emosi membawa kita untuk terburu-buru dalam melakukan tindakan. Sehingga terkadang memberikan hasil yang cenderung negatif. “kesabaran manusia ada batasnya” kalimat tersebut ada benarnya juga, bila di lihat dari sudut pandang obyektif. Namun tidak ada salahnya jika kita berusaha menjadi orang yang “sabar”, toh juga tidak berakibat negatif bagi kita.

Kata kedua adalah “Ikhlas”, kata kedua ini lebih berarti dan lebih berat untuk bisa melakukannya. Kita bisa berlatih untuk bersabar dan bersabar, tapi berlatih untuk ikhlas? Sepertinya akan susah. Karena keikhlasan itu datangnya dari Hati, diluar segala aspek hidup manusia. Dilihat dari pikiran normal terkadang keikhlasan tidak bisa di nalar.

Kamu ingat kisah Yusuf As dan Zulaikha. Zulaikha menuduh Yusuf telah memperkosanya. Padahal dia sendiri yang tidak tahan dengan ketampanan Yusuf. Fitnah,itu semua fitnah Fahri. Zulaikha memfitnah Yusuf memperkosa dia hingga Yusuf dipenjar. Apakah Yusuf berontak? Tidak Fahri. Yusuf tau Allah sedang berbicara kepadanya….. Kau mau tahu apa yang diakatakan Yusuf. Kau mau tahu apa yang diakatakan Yusuf? Kata Yusuf. Ya Allah.. jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagiku daripada dunia luar, maka aku akan memilih tinggal di penjara tapi dekat denganMu daripada aku hidup bersama manusia pendusta.. Allah sedang berbicara kepadamu tentang sabar dan ikhlas. Sabar dan ikhlas itu Islam Fahri

Salah satu cuplikan kata-kata di dalam film Ayat-ayat Cinta, yang sampai saat ini merupakan film terlaris di Indonesia di luar G30/S/PKI. Keikhlasan untuk kehilangan keikhlasan untuk menerima bahwa cobaan itu ada karena Tuhan sayang kepada kita dan agar kita dapat semakin dewasa.

Sebetulnya kita bisa untuk sabar dan ikhlas, semua tergantung dari kemauan dan bagaimana kita menjalaninya. Walaupun kesabaran manusia ada batasnya dan keikhlasanpun susah untuk dipikir nalar, tapi apa salahnya mencoba dan berusaha. Apakah kita sudah sabar? Apakah kita sudah ikhlas? tanyakan pada diri kita masing-masing sebagai bahan instropeksi untuk kehidupan depan yang lebih baik. Semoga Tuhan memberi jalan kepada kita untuk bisa sabar dan ikhlas menerima kehidupan. Amien…


0 Responses to “Sabar dan Ikhlas”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: