13
Nov
08

Love VS Ego

Love entry here

Ya setelah drop kemaren, berusaha istirahat menenangkan pikiran dan otak ( after the brain crash ). Walau beralaskan karpet tanpa bantal dan guling, aku merasa itulah tidur ternyaman yang dapat aku lakukan saat ini. Maklumlah aku tidak punya tempat tinggal tetap di Semarang, kota yang aku dihuni saat ini untuk mengadu nasib mengais rezeki. Beruntung ada orang yang mau memeberikan tempat untuk sekedar aku menyandarkan letih setelah seharian bekerja. Di bilang beruntung, tunggu dulu… Sebenarnya tidak juga, karena apa yang aku beri, pegabdian dan loyalitas justru tidak sebanding dengan apa yang dia beri untuk aku.

Kembali ke waktu istirahatku..
Saat aku mencoba untuk memejamkan mata, pikiran demi pikiran coba untuk aku lepas. Ya, mencoba sejenak untuk menghentikan aktivitas otakku. berhasilkah? ternyata tidak… Karena setahuku waktu aku belajar biologi anatomi tubuh manusia, memang otak di ciptakan bukan atas perintah rangsangan. Tapi merupakan salah satu refleksi yang di hasilkan atas apa yang ada dalam memori. Tidur di tempat yang penuh raungan suasana tidak jelas dari teman-teman yang lagi bermain game, membuat aku semakin merasa tidak nyaman. Tapi tetap aja aku tidak bisa berbuat apapun.

Semalam saat dia menelpon aku dan terjadi perdebatan sengit yang tentunya tidak jelas kemana arahnya. Akhirnya aku memilih egoku untuk tetap bertahan memanjakan diriku bahwa semua ini terlalu berat untukku. Antara Cinta dan Ego, mana yang harus aku pilih? Ego untuk berusaha meraih kebahagiaan yang aku belum dapat raih atau mungkin aku yang terlalu bodoh yang belum tahu apa sebenarnya kebahagiaan itu. Sayang maafkan aku…

Bukan pilihan wanita untuk berdiam dalam rumah. Namun karena kelapangan hatinya yang membuat kamu bebas di luar rumah.

Terus terang kata-kata dari Putu Wijaya yang saya temukan di coretan bang Choir itu belum bisa aku artikan sepenuhnya, karena dalam hatiku ego masih menguasai. Ya semua memang salahku, salahku untuk tetap bermain dengan hati dan cinta.

Apakah aku terlalu Ego untuk berfikir “aku bekerja untuk kita dan apa yang aku dapatkan juga untuk kita”. Karena sebagai seorang lelaki yang kelak menjadi kepala keluarga hal itu merupakan kewajiban yang mutlak yang harus aku jalani dimana seorang lelaki yang menafkahi istri serta anaknya. Atau mungkin kamu yang terlalu egois, yang menginginkan semua tampak sempurna. Tangan dan kakiku cuman sepasang, takkan cukup untuk melakukan dua hal secara bersamaan. Waktu bergulir hanya 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan itu suatu kenyataan.

Think the another way
Aku kira itu merupakan pemecahan dari semua masalah ini, tapi yang ada tetap saja masalah itu ada bahkan menjadi semakin parah. Rasa takut, rasa bersalah dan rasa yang berkecimpung dalam hati sertak otakku membuat beban yang ada semakin memuncak dan menunggu untuk di muntahkan. Aku tetaplah aku yang tidak bisa mengatur hidupku, kemana aku harus melangkah dan kemana jalan yang harus aku tempuh. Sebagai hambamu, aku terlalu hina untuk bersujud memohon sesuatu yang aku inginkan.

Tetap Sabar dan Ikhlas
Mungkin ini satu-satunya cara yang bisa aku tempuh dalam menjalani masalah-masalahku ini. Aku berharap orang-orang yang terlibat dalam masalahku ini mau memahami dan mengerti bahwa aku ini orang yang lemah, lemah dalam segalanya. Mental maupun Pikiran

Jadi mana yang harus aku pilih?

Cinta atau Ego?


0 Responses to “Love VS Ego”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: