24
Okt
08

Warnet apa Wartel?

Kata-kata itu banyak terucap akhir-akhir ini, Ya di Visito internet cafe. Baik bos maupun operator sama-sama merasa warnet lagi sepi sekarang. Kalu shift pagi yang biasanya rame, sekarang jam 10.00 am baru aja ada user 1-3 orang. ( mengenaskan ) Parahnya lagi bagi aku, sebagai tekhnisi dadakan kena semprot sana sini gara-gara adanya virus LAN yang ngendon di Jaringan.

Entah mengapa warnet jadi sepi, mungkin karena kebersihan ( baik virus maupun kebersihan bilik ). Padahal aku sudah sering mengingatkan kepada Operator-operatornya untuk menjaga kebersihan bilik, minimal setiap 30 menit sekali lah muter cek tiap bilik barangkali ada sampah yang tercecer. Tapi masalah kebersihan juga kadang tidak terjadi karena kesalahan Operator namun juga karena usernya sendiri yang merasa mereka adalah raja dan membuang sampah seenaknya. Dalam kasus ini saya tidak membela Operator pada khususnya, tetapi ini adalah suatu fakta yang tidak bisa di pungkiri. Bahwa Operator juga manusia yang juga punya rasa kesal, capek, dan hal-hal negatif.

Selain hal itu peran Owner juga sangat berpengaruh dalam keramaian warnet, dan disini ada masalah yang mungkin bisa saya temukan. Bahwa di warnet saya ini hubungan antara owner dan pegawai khususnya operator kurang terjalin secara harmonis. Hal itu di karenakan Eksploitasi yang terkadang berlebihan dari sang owner, dan pegawai yang juga malu atau sungkan untuk menyatakan unek-unek atau masukan. Sehingga terjadi sejenis kesenjangan yang menyebabkan sifat malas dalam pekerjaan, hal ini terjadi karena adanya eksploitasi tersebut tanpa adanya timbal balik yang siknifikan.

Selain itu ada juga masalah yang kurang di sadari oleh owner itu sendiri, yaitu perbedaan antara masalah pribadi dan pekerjaan. Dimana masalah pribadi itu jangan sampai terbawa dalam pekerjaan, dengan kata lain jangan sampai mOOd itu memepengaruhi kita saat kita ada dalam pekerjaan ( profesional ). Kesalahan lainnya adalah saat coba-coba ( Gambling ) untuk membuat game centre dengan bermodalkan dana yang pas-pasan dan tempat gratis, tanpa mempertimbangkan market dari game centre itu sendiri. Dan akhirnya karena tagihan yang terus membengkak dan pendapatan yang tidak seimbang membuat usaha itu menjadi goyah, parahnya hal itu mempengaruhi usaha lainya dalam hal ini Visito internet cafe yang semestinya tidak ada masalah.

Dalam suatu usaha memang ada prinsip roda yang selalu berputar, kadang di atas kadang di bawah. Sebagai seorang yang menganggap dirinya pengusaha harus bisa menerima resiko ini tanpa mengenal menyerah ataupun hanya mengeluh, yang harusnya terjadi adalah bangkit merangkul bawahan dan mencoba merangkak kembali keatas. Untuk hal itu perlu adanya support dari semua pihak baik bawahan atasan maupun tekhnisi dadakan seperti saya ini untuk bersama-sama saling membantu supaya usaha yang kita rintis bersama ini menjadi maju dan tidak terpuruk. Bukannya saling menyalahkan dan menjatuhkan. Kita sudah bertahan hampir 4 tahun, dan itu bukan waktu yang pendek. Beberapa usaha warnet yang seangkatan sudah gulung tikar. Kita masih bisa berdiri, walau tersendat-sendat dalam berjalan itu sudah suatu yang membanggakan di tengah kerasnya persaingan usaha Internet Cafe saat ini.

Intinya dalam artikel saya ini yang sedikit banyak menyinggung orang, saya tidak menyalahkan hanya kritik membangun. Bukan kritik tepatnya, karena semua itu datang dari kesadaran pribadi masing-masing. Dimana seorang Owner harus memposisikan diri, seorang bawahan/pegawai harus bersikap dan bertanggung jawab. Semua benar semua salah, mari kita bersama sama membangun kembali apa yang sudah kita dapatkan di hari lalu. Jangan bertumpu pada satu orang, dan jangan mencela dan melimpahkan kesalahan pada satu orang itu. Jadilah orang yang berguna untuk dirinya sendiri dan orang lain, dimana jika ada masalah yang bisa kita selesaikan “why not, I can do it“. Itu yang sekarang saya tekankan pada diri saya sendiri, saya bukan manusia super tanpa salah. Tapi prinsip saya “seorang yang salah pun bisa mengucapkan suatu kebenaran” mungkin masih berlaku.

Tersinggungkah anda? jika iya berkacalah, dan tanya pada diri anda sendiri “benarkah?”.

Mampukah anda? jika bingung, lihatlah orang-orang lain dan berkatalah “dia bisa, saya pasti bisa?”.

Apa yang akan anda lakukan? jika masih bingung juga, lihatlah keatas! mereka tidak memerlukan anda, lalu lihatlah kebawah! disana banyak yang membutuhkan anda.

Sucikah anda? untuk ini saya yang jawab. Kesucian itu ada pada diri anda sendiri, tidak pada orang lain.

maaf jika ada salah kata, ini bukan sindiran negatif.

regard

Denny


0 Responses to “Warnet apa Wartel?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: